Preparation for English Proficiency Test #4/4

by - July 30, 2018

PEMBUKA

Kategori English Proficiency Test merupakan sebuah seri untuk mengenal, memahami, memilih, dan mencapai nilai yang ditargetkan pada blog ini. Perlu dipahami, saya sangat-sangat merekomendasikan untuk membaca Kategori English Proficiency Test berurutan (part 1, part 2, part 3, dan part 4). Dengan demikian teman-teman dapat memahami seutuhnya.

Sebelumnya telah dibuat artikel dengan judul 'Which English Proficiency Test you should take? #3/4'. Pada bagian #3, kita telah memahami apa-apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk memilih English Proficiency Test. Pada bagian ini juga telah dibahas TOEFL iBT vs IELTS. Nah teruntuk yang belum baca bagian #3 nya, silahkan dibaca dulu ya sebelum baca lebih lanjut.

Setelah bagian #3 selesai, maka sekarang akan masuk ke bagian #4. Pada bagian ini, kita akan memahami persiapan yang perlu dilakukan untuk mencapai nilai yang ditargetkan. Layaknya bagian #3, bagian #4 merupakan artikel yang dibuat berdasarkan pendapat dan pengalaman penulis. Jadi wajar jika sekiranya terdapat perbedaan pendapat dengan teman-teman :)

Jadi pertanyaannya kan, apa aja sih persiapan yang diperlukan untuk EPT?
Jawaban singkatnya ada 2:
1. Belajar
2. Latihan

Jawaban panjangnya dibagi berdasarkan prosesnya:

PERSIAPAN

1. FOKUS

Fokus (https://www.ciarciar.com/fokus diakses pada 11 Agustus 2018)

Pertama, perlu kita sadari kembali bahwa EPT itu tidaklah murah karenanya harus serius dalam mempersiapkannya. Sebagai ilustrasi, saya lulus November dan berusaha menyicil belajar TOEFL iBT dari Oktober sambil ngerjain berbagai kerjaan dari asisten riset, ngurus berkas yudisium, ngurus revisi, ngurus komunitas, dan lain hal. Dari bulan Oktober hingga November saya mendapati diri ini hanya melangkah sedikit dari keadaan awal. Bahkan dapat dikatakan progress nya tidak ada sama sekali.

Teman-teman akan sangat-sangat sulit dan sangat-sangat tidak maksimal dalam persiapannya jika masih 'menyambi' ngerjain yang lain. Karenanya, saya sangat sarankan ketika sudah menetapkan pilihan untuk mempersiapkan diri buat EPT, maka kesampingkan berbagai urusan lainnya. Posisikan diri teman-teman pada saat jaman SBMPTN dahulu, di mana kerjaannya hanya belajar-istirahat-ibadah dan terus berulang.

Ingat, dalam setiap perjalanan hidup akan hadir berbagai pilihan dan untuk tiap-tiap pilihan yang diambil, akan selalu ada pilihan yang ditinggalkan. Pertimbangkan ini baik-baik saat sudah masa persiapan dan ada agenda yang tabrakan (kumpul sama teman, main, organisasi, dll).

2. FORMAT SOAL

Karena teman-teman sudah sampai pada bagian artikel ini, saya berasumsi teman-teman telah tuntas membaca bagian #1, #2, dan #3. Kembali coba pahami format soal dari EPT yang kalian pilih lebih detail (bisa baca buku-buku yang saya rekomendasikan di artikel bagian #1 dan #3. Pada buku tersebut telah dibahas secara detail apa yang sebenarnya ETS maupun British Council akan uji dan bagaimana cara mengujinya. Dengan mengetahui ini, maka teman-teman dapat secara spesifik meningkatkan kemampuan berbahasa inggris sesuai dengan 'yang akan diujikan' ketimbang secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan ketika kepepet hehe.

Dengan memahami format soal tersebut, teman-teman akan memahami bagian mana saja yang sekiranya merupakan bagian terlemah serta bagaimana cara untuk beradaptasi sesuai dengan background inggris teman-teman.

3. PRE-ASSESSMENT

Setelah menetapkan hati untuk fokus persiapan dan memahami secara detail format soal dari EPT yang dipilih, maka langkah selanjutnya adalah melakukan Pre-Assessment atau pre-test. Silahkan gunakan free-sample dari ETS atau British Council. Ingat, free sample merupakan Authentic Test. Dengan melakukan pre-test menggunakan authentic test, teman-teman akan mendapatkan gambaran tingkat kesulitan soal dan kondisi saat tes nanti.

Sebagai contoh, jika mengambil TOEFL iBT, pahami kembali real-test condition (kondisi tes kelak seperti apa) kemudian download software free sample nya di ETS. Silahkan gunakan headset yang memiliki microphone. Silahkan jalankan aplikasinya dan kerjakan soalnya di laptop atau komputer. Untuk bagian speaking, jangan lupa merekam response teman-teman menggunakan microphone. Silahkan minta teman-teman yang sudah pernah ikut TOEFL iBT untuk menilai bagian speaking dan writing teman-teman. Umumnya free sample akan ada sekitar 2-3 set authentic test. Silahkan dikerjakan keduanya.

Bagi yang memilih IELTS Academic Test, silahkan download free sample nya dari British Council kemudian dicetak dan silahkan kerjakan di kertas. Pada bagian speaking dan writing, silahkan ajak teman yang sudah pernah ikut IELTS untuk menilai teman-teman.

Dari pre-test ini kemudian akan didapati nilai perkiraan.

4. UNDERSTANDING YOUR WEAKNESS

Setelah melakukan pre-test, teman-teman akan mendapati nilai awalnya. Nah nilai awal ini kemudian dibandingkan terhadap nilai persyaratan berbagai rencana yang telah teman-teman buat (lihat artikel bagian #3 untuk penjelasan lebih lengkap). Dengan membandingkan nilai pre-test terhadap persyaratan tertinggi dari rencana yang telah dibuat, teman-teman akan mendapatkan gambaran berapa score total yang harus ditingkatkan, bagian mana yang masih perlu ditingkatkan, dan bagian apa yang paling mudah ditingkatkan untuk mengejar score total target.

Sebagai contoh, berikut adalah hasil simulasi awal TOEFL iBT :

Reading: 20/30
Listening: 19/30
Speaking: ~21/30
Writing: ~20/30
Total= 80

Misalnya target tertinggi (KTH Royal Institute of Technology)
Persyaratan: 90 dengan writing minimal 22 dari 30.

Dari hasil simulasi diketahui bahwa nilai totalnya masih kurang dari syarat tertinggi dari berbagai rencana yang telah dibuat, khususnya writing dengan score minimal 22 sedangkan yang dicapai hanyalah 20. Dengan mengetahui bahwa nilainya masih kurang, maka teman-teman dapat menentukan bagian mana yang harus ditingkatkan dan memerlukan waktu belajar yang sangat intens dan bagian mana yang waktu belajarnya tidak perlu intens.

Perlu diingat ini hanyalah simulasi tes, bisa saja performa teman-teman saat tes turun sehingga mendapat nilai rendah. Karenanya teman-teman jangan pernah menargetkan score hanya lebih sedikit dari persyaratan. Jika persyaratan nilai total 90 (7.0-7.5 untuk ielts), maka coba targetkan score teman-teman sekitar 105 (8.0-8.5 untuk IELTS) dengan writing 25 (atau 8 untuk IELTS).

Silahkan teman-teman menentukan bagian mana yang sekiranya yang lebih mudah dinaikin. Bagian yang teman-teman pilih dapat disesuaikan dengan background kemampuan bahasa inggris teman-teman. Sebagai contoh, sebagian test taker ada yang memiliki kecenderungan memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik namun pasif. Dengan demikian, bagi mereka akan lebih mudah untuk menaikan score di bagian Reading dan Listening dibandingkan menaikan score pada bagian speaking maupun writing.

Dengan demikian, test taker dapat berfokus untuk menaikan score pada bagian Reading dan Listening yang intens disusul dengan writing (karena ada nilai minimalnya) baru diakhiri bagian speaking.

Sebagai contoh, berikut target score TOEFL iBT:

Reading: 29/30
Listening: 29/30
Speaking: 22/30 (lihat, targetnya tidak tinggi karena berfokus pada reading, listening, dan writing)
Writing: 25/30
Total= 105

5. PLAN BELAJAR

Setelah mengetahui kekurangan teman-teman pada bagian tertentu dari EPT, maka teman-teman dapat memiliki gambaran berapa waktu yang dibutuhkan untuk belajar sehingga dapat mencapai target score yang diinginkan. Ingat, score yang baik adalah score yang sesuai dengan target dan kebutuhan bukan score yang tinggi.

Setelah menentukan waktu persiapan (sekian hari atau minggu atau bulan), saatnya menyusun rencana belajar. Rencana belajar harus disusun sesuai dengan target yang teman-teman buat. Jika seandainya teman-teman sudah mencapai score yang sesuai target pada reading dan listening sedangkan masih rendah di speaking dan writing, maka waktu belajar bagian speaking dan writing harus jauh lebih intens lagi. Jangan lupa cantumkan juga target tanggal tes (silahkan buka artikel bagian #1 untuk mengetahui tanggal-tanggal pelaksanaan masing-masing tes di berbagai lokasi).

Jika hasil simulasi menunjukan kemampuan rendah pada seluruh bagian, saya rekomendasikan teman-teman menggunakan Magoosh One-Month Study Schedule (TOEFL iBT dan IELTS) jika waktu persiapannya 1 bulan. Jika teman-teman merasa butuh lebih dari 1 bulan untuk belajar, maka panjangnya Study Schedule tersebut dapat disesuaikan dengan waktu persiapan yang teman-teman butuhkan.

6. BELAJAR + LATIHAN

Selamat belajar dan latihan!
Ingat persiapan ini harus dilakukan serius dan fokus. Pada bagian ini teman-teman dituntut untuk membiasakan diri dalam lingkungan berbahasa inggris. Coba paksakan diri untuk selalu menggunakan bahasa inggris dalam sehari-hari. Mulai dari tiap mau beli makan di burjo, coba pikirkan dalam otakmu apa yang harus kamu tanyakan, apa yang harus kamu sampaikan dalam bahasa inggris. Simulasikan semua hal yang ada dipikiranmu dalam bahasa inggris. Dengan membiasakan diri berbahasa inggris harapannya teman-teman akan lebih responsif dan ga kaget pada saat tes kelak.

Saya memiliki beberapa rekomendasi terkait tahapan ini:
1. Beli buku yang saya rekomendasikan dari artikel bagian 1 dan bagian 3*
2. Download dan cetak seluruh buku gratis dari Magoosh (entah itu TOEFL iBT atau IELTS)**
3. Download aplikasi TOEFL iBT Vocabulary Flash Card atau IELTS Vocabulary Flash Card dari Magoosh di Play Store atau App Store.
4. Tuntaskan belajar dan latihan dari poin 1, 2, dan 3. Ingat, belajar itu harus efektif (tujuan tercapai) dan kalo bisa juga efisien (tidak boros waktu). Jika memungkinkan, belajarlah dengan dengan gaya belajar teman-teman***
catatan:
*kalo ga punya uang beli bukunya, silahkan pinjam ke perpustakaan atau ke temen yang punya. kalo ga ada yang punya... ya tau lah ya harus ngapain hehe
**download seluruh buku gratis dari Magoosh TOEFL iBT di sini dan untuk IELTS di sini.
***dari berbagai survey, ada yang cara belajar listening mendengarkan Ted X di youtube, ada yang nonton series ga pake subtitle, dll. Pada bagian speaking pun ada yang latihan dengan main Dota2 pake microphone.

7. PENILAIAN RUTIN

Jangan lupa untuk terus menilai dan mencatat progress belajar dengan hanya melakukan simulasi pada bagian tertentu (reading, listening, speaking, atau writing) yang teman-teman pilih. Dengan melakukan pencatatan dan penilaian rutin, teman-teman jadi tau progress perkembangan belajarnya. Ketika salah sekalipun, teman-teman bisa buka buku dari ETS atau British Council dan nyari tau bagian yang diujikan apa sih yang masih salah terus, apakah bagian yang menguji kemampuan skimming, apa bagian kemampuan menyimpulkan, dan lain hal.

Sekali lagi saya sangat rekomendasikan teman-teman membuat plan belajar mengacu pada Magoosh. Pada plan belajar tersebut sudah tertera kapan teman-teman harus melakukan penilaian rutin.

8. SIMULASI AKHIR

Ketika berbagai bagian yang rendah sudah sesuai dengan target, maka silahkan lakukan simulasi tes akhir sebelum tes. Jika dari hasil beberapa kali tes sudah memiliki tren nilai yang sama dengan target score (ingat target score kalau bisa 15 poin lebih tinggi dari persyaratan untuk TOEFL iBT atau 1 poin lebih tinggi untuk IELTS) maka teman-teman sudah bisa mulai mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri untuk EPT nya.

Jika belum, maka teman-teman harus belajar dan latihan kembali.

9. DAFTAR TES


Perlu jadi catatan juga, sebelum memasukan kode institusi saat mendaftar EPT, pastikan teman-teman sudah punya akun terlebih dahulu di portal institusi yang teman-teman tuju.
contoh institution code (kode institusi/universitas yang dituju) dan dept. code (bagian institusi yang dituju seperti bagian admission dll)

Sebagai contoh, teman-teman ingin mendaftar di MIT dan butuh mengirimkan bukti EPT ke mereka. Maka pertama, teman-teman harus membuat id di portal admission MIT, isi data diri. Kemudian catat kode pengiriman score EPT institusi tersebut.  Setelah itu silahkan buka artikel bagian #1 untuk website mendaftar berbagai EPT. Jangan lupa masukin kode institusi tujuan teman-teman untuk manfaatkan slot pengiriman score gratis (TOEFL iBT 4 slot, IELTS 5 slot) pada saat pendaftaran.

Jangan sampai salah ya, nanti score nya tidak terkirim :)

PELAKSANAAN TES

Pada dasarnya, salah satu tantangan dari EPT adalah bagaimana memastikan performa kita saat tes mencapai 100%. Dengan memastikan bahwa performa kita 100%, maka seluruh kemampuan dan kompetensi berbahasa inggris dapat di demonstrasikan dengan baik. Meskipun demikian, faktanya, banyak faktor lainnya yang dapat berakibat turunnya performa kita saat tes (bisa turun ke perkiraan 70-80% saja).

Berikut beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam persiapan menjelang tes:

1. SURVEY LOKASI TES

Ketika mendekati waktu tes, silahkan survey lokasi tes, pahami moda transportasi yang terbaik serta waktu perkiraan macetnya. Saya sangat rekomendasikan untuk teman-teman di Jakarta untuk menginap dekat lokasi tes (hotel, motel, kos teman, etc) sehingga tidak perlu deg-deg an pada saat hari H dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Kemudian pastikan gedungnya yang mana, jika memungkinkan ruangannya juga. Setelah itu pahami lokasi-lokasi dan hal yang penting seperti tanyakan ke CS apa yang perlu di bawa saat tes, lokasi toilet, lokasi registrasi, dll.

2. BARANG YANG PERLU DIBAWA SAAT TES

Tiap tes memiliki list rekomendasi barang-barang apa saja yang perlu di bawa di free material. Biasanya yang perlu dibawa adalah hal umum dan dasar seperti KTP (passport, atau silahkan cek pada peraturan masing-masing tes) dan minum (sebagian tempat tes bahkan telah menyediakan air minum juga). Alat-alat tulis tidak dimasukkan ke list tersebut karena biasanya sudah disediakan oleh tempat tes. Meskipun demikian, pastikan kembali apa-apa saja yang harus dibawa di website mereka.

3. HARI PELAKSANAAN

Congratz, this is your big day. 

Pertama, jangan lupa tuntaskan rutinitas di pagi hari, jangan sampai mengganggu saat tes nanti. Karena jika ke toilet saat tes berlangsung maka waktunya akan tetap berjalan which is merugikan. 

Kedua, datang lebih awal, sekitar 15-20 menit lebih awal sudah di lokasi. Kosongkan pikiran lain, this day is only about EPT. Tenangkan dirimu saat menjelang pelaksanaan tes. Tutup matamu, tarik nafas dalam-dalam buang secara perlahan. Dalam keadaan mata tertutup, bayangkan saat tes kelak dan bagaimana saat tes kamu mampu, sukses dan sangat lancar dalam melaksanakan tes (self-hypnosis at its best). Jika sudah menjelang masuk ruangan, buka matamu. Ingat, jangan pernah meragukan diri sendiri. Go on, break a leg!

Ingat, tidak perlu khawatir dan gugup karena justru kedua hal itu lah yang akan membuat performa kita menurun saat tes :)

Ketiga, jika memungkinkan, jangan minum terlalu banyak. Kemudian makan permen mint atau coklat. Berbagai riset membuktikan hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri yang akan berakhir pada peningkatan performa kita saat tes.

PASCA TES

Setelah perjalanan panjang teman-teman, maka berakhir sudah perjuangan yang berat. Sekarang tiba pada fase deg-deg an dan khawatir. Ingat, Insyaa Allah hasilnya akan sesuai dengan kemampuan teman-teman pada saat tes. Jangan lupa berdoa untuk diberikan hasil yang terbaik.

Setelah itu catat baik-baik tanggal pengumumannya beserta perkiraan score sampai pada institusi tujuan. Terkait waktu pengumuman, umumnya tidak akan delay dari perkiraan tersebut. Jika terjadi delay pun, delaynya delay karena perbedaan zona waktu (1 hari jika telah mempertimbangkan perbedaan waktu). Kalo pun delay yang beneran delay, biasanya pada rentang 1-2 hari saja. Kalo pengalaman TOEFL iBT, ETS akan email ketika score sudah bisa diakses di portal mereka.

Terkait pengiriman score, setelah score diumumkan, silahkan pantau portal pendaftaran pada institusi yang teman-teman tuju. Lihat apakah berkas teman-teman sudah masuk apa belum. Jika sudah 1 minggu setelah pengumuman belum masuk ke institusi tersebut, maka coba email ETS/British Council untuk memastikan proses pengirimannya. Sejauh ini saya belum pernah menemukan kasus test taker di mana score nya tidak sampai pada institusi yang dituju dalam waktu 1-2 minggu. Yang ada adalah kasus test taker yang salah memasukan kode institusi dan department code sehingga tentu score nya tidak sampai.


PENUTUP

Yang perlu menjadi catatan adalah terkadang kita terlalu sibuk mencari tau apa tips trik toefl atau ielts dibandingkan belajar dan latihannya.

The truth is, tips dan triknya adalah belajar, latihan dan doa yang banyak. Jika pun harus mencari informasi dari berbagai macam orang, maka tugas kita bukanlah untuk meniru cara belajar mereka. Tugas kita adalah mengadaptasi berbagai cara belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan kita.

Selesai sudah artikel bagian 4 ini. Seperti yang telah saya sampaikan artikel bagian 4 ini lebih cenderung berisikan opini (kecuali ibt vs ielts) dibandingkan faktanya. Teman-teman tentu bisa saja memiliki pendapat yang berbeda terkait langkah-langkah persiapan belajar. 

Silahkan berkomentar di artikel ini dan sampaikan pandangan teman-teman, syukur-syukur teman-teman di luar sana yang masih bingung mendapatkan gambaran yang lebih baik lagi. Kemudian jika sekiranya ada yang salah atau kurang tepat, mohon langsung chat atau komentar di artikel ini ya. Kalau bisa di chat, biar langsung diubah.

Artikel ini adalah artikel terakhir untuk #English Proficiency Test.
Kedepannya hanya akan ada artikel yang menceritakan perjalanan persiapan saya dalam mengambil TOEFL iBT di Hijrah #5 bagian 3/4.

You May Also Like

0 comments